SARS, Apa dan Bagaimana Untuk Menanganinya

Pernahkah Anda mendengar tentang SARS? Sekitar tahun 2003 silam, dunia dikejutkan dengan munculnya virus yang menyerang sistem pernapasan dan mematikan. Virus tersebut kemudian dideteksi dan dinamakan SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome.

Gejala awal dari virus ini sangat mirip dengan flu seperti biasa. Oleh karenanya, cukup banyak orang yang tidak menyadari paparan dari SARS. Hanya saja, gejala SARS akan memburuk dengan sangat cepat sehingga penderita yang terpapar akan mengalami kondisi yang sangat buruk hingga akhirnya gagal napas.

Selain itu, perlu diketahui bahwa SARS adalah virus yang menular dengan cukup cepat. Penularan virus ini bisa terjadi melalui percikan air ludah saat penderita mengalami batuk ataupun bersin.

Dari data yang dipaparkan dan dirilis oleh WHO, pada tahun 2003, SARS menyerang hingga lebih dari 8,000 orang di dunia dan menewaskan 774 orang. SARS juga dianggap memiliki kesamaan dengan Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi. Namun, perlu diketahui bahwa meskipun memiliki gejala yang mirip, keduanya adalah disease yang berbeda.

Penyebab Munculnya SARS

Menilik penyebab munculnya SARS adalah hal yang penting guna meningkatkan kewaspadaan agar kejadian serupa tidak terjadi di masa yang akan datang. SARS disebabkan oleh jenis coronavirus yang kemudian dikenal luas dengan nama SARS associated corona virus, di mana jenis virus ini memang menyerang saluran pernapasan.

Saat seseorang terinfeksi SARS, maka ia akan mengalami sesak napas. Gejala sesak napas yang ditimbulkan bisa ringan hingga berat tergantung dari antibodi penderita.

Terkait kemunculan SARS, para ahli mengatakan jika virus ini kemungkinan berasal dari hewan kelelawar. Kemudian, virus ini bermutasi menjadi virus yang baru di mana bisa menular dari hewan ke manusia dan kemudian terjadi penularan antar manusia.

Catatan yang dirilis para ahli menyatakan jika SARS bisa menginfeksi manusia dengan beberapa cara yang berbeda, diantaranya adalah:

     Tertular karena tidak sengaja terkena percikan ludah dari penderita SARS

     Menyentuh anggota tubuh, seperti mulut, hidung atau mata dengan tangan yang tidak sengaja sudah terpapar virus SARS

     Menggunakan alat yang sama, termasuk alat makan dan minum dengan penderita SARS

Beberapa cara penularan tersebut harus diwaspadai agar seseorang tidak terkena paparan virus ini. Selain itu, perlu diperhatikan jika SARS cenderung lebih mudah menular jika seseorang melakukan kontak dekat dengan penderita serta tidak mencuci tangan dengan bersih setelah menyentuh barang dari penderita SARS.

Gejala yang Ditimbulkan SARS

Ketika virus SARS menyerang, akan ada beberapa gejala yang muncul dan dirasakan oleh tubuh. Gejala dari virus ini kemungkinan baru akan muncul di hari 2 hingga 10 dari paparan SARS. Namun, pada beberapa kasus, gejala SARS bahkan baru muncul setelah sekitar 14 hari dari paparan.

Adapun beberapa gejala umum yang muncul dan diakibatkan oleh virus SARS diantaranya adalah sebagai berikut:

     Demam yang tinggi dan tak kunjung reda

     Batuk yang memburuk

     Sesak napas yang terus terjadi

     Nafsu makan yang cenderung menurun

     Tubuh yang cenderung mudah lelah dan kehilangan tenaga

     Menggigil

     Sakit kepala yang terasa berat

     Nyeri pada otot dan persendian

     Diare yang tiba-tiba muncul

     Mual dan muntah

Sekilas, gejala SARS yang muncul sebagaimana informasi di atas mirip dengan flu. Namun, beberapa gejala SARS tersebut bisa memburuk dengan sangat cepat. Bahkan, dalam beberapa kasus, gejala SARS bisa menyebabkan peradangan pada paru. Nantinya, kondisi ini akan menyebabkan kekurangan oksigen di bagian sel tubuh.

Kapan Harus Periksa ke Dokter

SARS tentu saja berbeda dari flu biasa dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi. Oleh karenanya, seseorang yang terkena paparan SARS harus segera melakukan pemeriksaan. Terlebih untuk seseorang yang baru saja tiba dari wilayah yang menjadi lokasi penyebaran SARS yang masif.

Setelah mendapatkan perawatan intensif sesuai dengan gejala yang muncul, nantinya penderita akan diizinkan pulang. Hanya saja, ia harus segera kembali ke pemeriksaan awal jika suhu badan tiba-tiba naik hingga 38 derajat celcius.

Cara Diagnosis SARS

Untuk memastikan apakah seseorang terpapar SARS atau tidak, ada beberapa proses pemeriksaan yang akan dilakukan. Pemeriksaan ini tentu menjadi metode yang harus dijalani oleh penderita.

Adapun beberapa cara yang dilakukan dokter untuk proses pemeriksaan penderita SARS adalah sebagai berikut:

1)    Tes darah

Seseorang yang diduga terpapar SARS akan menjalani tes darah. Tes ini dilakukan dengan cara mengambil sample darah dan diteliti di laboratorium. Dengan menggunakan tes ini, nantinya kadar darah secara umum akan menunjukkan apakah di dalam tubuh penderita tersebut terdapat virus SARS ataupun tidak.

2)    Rontgen

Proses pindai atau rontgen juga menjadi salah satu metode untuk melihat kondisi tubuh apakah seseorang terkena SARS atau tidak. Sebagaimana disinggung sebelumnya, SARS bisa menyebabkan peradangan pada bagian paru.

Dalam hal ini, rontgen yang dilakukan bisa melihat kondisi dalam paru dengan jelas. Jika ditemukan adanya peradangan, bisa jadi seseorang tersebut terpapar SARS.

3)    Tes RT-PCR

Pengetesan RT-PCR juga menjadi metode yang dilakukan dalam proses diagnosis SARS. Dalam hal ini, pengetesan akan dilakukan guna mendeteksi RNA virus SARS yang diambil dari sample dahak, urine, darah ataupun feses dari seseorang yang diduga terpapar SARS. Tes ini akan dilakukan dua kali untuk memastikan paparan.

Beberapa metode di atas menjadi dasar penting untuk mendeteksi serangan SARS. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada kultur dahak. Hal ini dikarenakan SARS menyerang sistem pernapasan sehingga kemungkinan ada virus yang terdapat pada dahak penderita.

Pengobatan pada SARS

Pengobatan yang dilakukan pada penderita SARS pada umumnya dilakukan untuk meredakan gejala yang muncul serta pencegahan penularan pada orang lain. Penderita SARS umumnya harus dirawat secara intensif di rumah sakit serta dipisahkan dari pasien lain.

Tidak hanya itu, dalam perawatan yang dilakukan, penderita SARS akan mendapatkan beberapa obat, diantaranya adalah:

     Obat pereda gejala, terutama untuk meredakan sesak napas

     Obat anti-virus yang digunakan untuk menghambat perkembangan virus SARS

     Antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri yang terjadi

Pencegahan pada SARS

Seiring tingkat fatalitas SARS yang cukup tinggi, pencegahan pada SARS mutlak diperlukan. Pencegahan akan menurunkan kemungkinan penularan virus dan tentu akan menghindarkan adanya ancaman dari virus tersebut.

Terkait pencegahan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti:

     Menjaga kebersihan diri dengan membiasakan mencuci tangan dengan sabun hingga bersih, mandi secara teratur, dan lainnya

     Menghindari tempat-tempat yang menjadi pusat sebaran SARS

     Menjaga jarak dengan penderita SARS yang diketahui

     Mencukupi kebutuhan nutrisi harian dan melakukan olahraga

     Segera memeriksakan diri ke dokter terdekat jika mengalami gejala yang mirip SARS

Selain beberapa upaya pencegahan tersebut, Anda juga perlu memperhatikan kualitas udara di rumah. Hal ini penting karena kualitas udara yang baik juga berpengaruh pada pencegahan SARS.

Untuk memastikan udara Anda bersih dari risiko virus SARS, Anda bisa menggunakan produk Drew Air Purifier. Produk ini akan memurnikan udara di rumah dengan teknologi yang digunakan. Tentu, virus penyebab flu dan gangguan kesehatan lainnya akan dibasmi.

SARS, Apa dan Bagaimana Untuk Menanganinya | Makka El Fatih Setiawan | 4.5