Mana Penulisan Masya Allah yang Benar dan yang Salah ?

Masya Allah salah satu kalimat yang sering sekali diucapkan oleh umat islam di Indonesia, tetapi tidak semua tahu penulisan Masya Allah yang benar itu seperti apa. Berasal dari bahasa arab, jika Anda salah dalam penulisannya akan berubah juga makna dari kalimatnya tersebut.

Kalimat ini dilanjutkan untuk diucapkan pada saat Anda melihat hal yang luar biasa atau menakjubkan untuk menunjukkan keagungan Allah SWT.

Banyak orang kebingungan bagaimana penulisan Masya Allahagar tidak salah arti. Banyak orang sering tertukar antara Masha Allah dan Masya Allah, terkait cara penulisan ini akan dijelaskan lebih jelas mengenai kalimat ini.

Cara Penulisan Masya Allah yang Benar dan yang Salah

Pada tata bahasa Arab bisa saja pengucapannya berbeda antara Masya Allah dan juga Masha Allah. Pada beberapa pendapat ulama menyebutkan kedua penulisan ini memiliki arti yang sama.

Pada Al-Qur’an kalimat ini muncul pada salah satu ayat yaitu Al-Kahfi ayat 39. Jika dilihat dari penulisanya, penulisan Masya Allah yang benar ditulis menjadi Maa Syaa allah yang pembacaannya sesuai dengan panjang kaidah bahasa Arab.

Menurut buku Tafsir Al Quranul Karim kata Masya Allah digunakan dalam dua keadaan. Pertama penulisan Masya Allah dengan kata maa sebagai kata sambung atau maushul. Fungsinya juga sebagai predikat memiliki arti “ itulah yang dikehendari oleh Allah”

Sedangkan Masya Allah ini termasuk pada kata kerja yang jika diartikan menjadi “apa yang dikehendaki oleh Allah maka terjadilan”. Sedangkan menurut KBBI penulisan yang benar adalah Masya Allah.

Yang memiliki arti kata seru yang dinyatakan untuk menyampaikan perasaan sayang dan keterkejutan.

Arti dan Keutamaan dari Kata Masya Allah

Masya Allah termasuk ke dalam kalimat thayyibah yang dianjurkan untuk diucapkan oleh umat islam. Masya Allah sendiri terdiri dari tiga kata yaitu Maa yang memiliki arti untuk menggambarkan kekaguman dan kesenangan.

Sya’a yang diartikan sebagai berkehendak, tetapi beberapa ulama berpendapat bahwa kata ini mengandung kehendak yang dapat dimaknai tidak ada satu kekuatan yang dapat menghalanginya.

Dari pemaknaan tersebut, ulama juga berpendapat bahwa kalimat ini diucapakan saat merasakan sesuatu yang menakjubkan baik dalam bentuk material atau spiritual. Keutamaan dari penulisan Masya Allah adalah terhindar dari iri dan dengki entah dari kecantikan, ketampanan, kecerdasan dan hal lainnya.

Keutamaan lainnya membantu manusia untuk dapat menenangkan hati dan pikirannya. Karena bisa lebih mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Allah kepada dirinya dalam kehidupan ini.

Meningkatkan Qanaah juga menjadi salah satu keutamaan dari pengucapan Masya Allah. Jika Anda membiasakan untuk mengucap kalimat tersebut, maka Anda akan terhindarkan dari sikap merasa kurang dan tidak bersyukur.

Kebingungan dengan beberapa penggunaan kalimat thayyibah lainnya, Anda bisa menggunakan jasa penulis artikel murah untuk membantu dalam menciptakan artikel yang baik dan benar. Serta sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan bahasa Indonesia terbaru.

Membiasakan diri untuk mengucapkan kalimat thayyibah dalam kehidupan sehari-hari memang butuh waktu. Termasuk dalam membiasakan penulisan Masya Allah yang benar agar tidak salah arti dan pemaknaannya.

Mana Penulisan Masya Allah yang Benar dan yang Salah ? | Makka El Fatih Setiawan | 4.5